PENGARUH PENENTUAN LOKASI TERHADAP KESUKSESAN USAHA JASA BERSKALA MIKRO/KECIL

 "PENGARUH PENENTUAN LOKASI TERHADAP KESUKSESAN USAHA JASA BERSKALA MIKRO/KECIL"

Volume    : Vol. 6 No. 1, Juni 2020, Hal. 91-102
Penulis     : Wisnu Adhi Putra, Nana Nawasiah, Murti Widyaningsih

 

1.      Masalah

Mengetahui pengaruh penentuan lokasi (ditinjau berdasarkan kondisi lingkungan bisnis, ketersediaan infrastruktur, dan biaya lokasi) terhadap kesuksesan usaha. Persaingan antar perusahaan baik jasa maupun manufaktur semakin sulit pada saat ini, sehingga dibutuhkan adanya keunggulan bersaing bagi setiap perusahaan agar dapat menghasilkan profit dan memuaskan pelanggan. Keunggulan bersaing perusahaan didukung oleh salah satu faktor yaitu penentuan lokasi usaha yang tepat dan strategis. Semua perusahaan, tak terkecuali skala mikro atau kecil, harus memilih lokasi usaha yang tepat. Hal ini bertujuan agar perusahaan tersebut unggul dan dapat mencapai kesuksesan usaha.

Terdapat salah satu fenomena mengenai lokasi usaha yaitu jarak antara tempat fotokopi satu dengan yang lainnya berdekatan. Biasanya, fenomena ini dapat ditemukan di sekitar sekolah dan kampus yang terdapat di daerah Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Apabila ditinjau berdasarkan kondisi lingkungan bisnisnya, peluang maupun ancaman dapat timbul apabila lokasi usaha berdekatan dengan pesaingnya. Sebagai contoh, kemungkinan besar pelanggan akan beralih dari tempat fotokopi dengan antrean yang panjang ke tempat fotokopi lain yang terdekat dengannya. Akan tetapi, tidak hanya kondisi lingkungan bisnis yang dipertimbangkan saat menentukan lokasi usaha jasa, ketersediaan infrastruktur dan biaya lokasi pun perlu ditinjau. Maka dari itu, tujuan perusahaan seperti kesuksesan usaha dapat tercapai jika dilakukannya penentuan lokasi dengan tepat. Berdasarkan fenomena yang diuraikan, usaha fotokopi menjadi fokus dalam penelitian ini

 

2.      Tools/alat

Untuk memperoleh data yang lebih valid, komprehensif, objektif, dan reliabel, maka digunakan metode penelitian kombinasi. Artinya, penelitian kuantitatif dan kualitatif digunakan sebagai metode penelitian ini. Penelitian ini terdiri dari empat variabel yang terdiri dari tiga variabel independen dan satu variabel dependen. Variabel independent penelitian ini meliputi kondisi lingkungan bisnis (X1), ketersediaan infrastruktur (X2), dan biaya lokasi (X3). Adapun variabel dependennya yaitu kesuksesan usaha (Y). Data yang terdapat pada penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan membagikan kuesioner kepada beberapa pemilik usaha fotokopi berskala mikro/kecil di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kuesioner yang digunakan meliputi kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup berskala likert dengan skala satu (1) hingga lima (5) yang artinya sangat tidak setuju hingga sangat setuju. Sebagai pelengkapnya, digunakan wawancara tidak terstruktur, observasi, dan studi kepustakaan

 

3.      Analisis

Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Regresi linier berganda sebagai hasil olah data pada penelitian ini memiliki persamaan berikut:

Y = 0,402 + 0,269X1 + 0,350X2 + 0,249X3 (1)

Nilai 0,402 merupakan konstanta. Artinya, variabel kesuksesan usaha (Y) bernilai 0,402 jika nilai ketiga variabel independennya yang meliputi kondisi lingkungan bisnis (X1), ketersediaan infrastruktur (X2), dan biaya lokasi (X3) yaitu nol.

Nilai 0,269 merupakan koefisien regresi variabel kondisi lingkungan bisnis (X1). Artinya, akan terjadi peningkatan sebesar 0,269 pada variabel dependen yaitu kesuksesan usaha (Y) apabila variabel kondisi lingkungan bisnis (X1) mengalami peningkatan satu satuan dengan anggapan variabel X2 dan X3 bernilai nol.

Nilai 0,350 merupakan koefisien regresi variabel ketersediaan infrastruktur (X2). Artinya, akan terjadi peningkatan sebesar 0,350 pada variabel dependen yaitu kesuksesan usaha (Y) apabila variabel ketersediaan infrastruktur (X2) mengalami peningkatan satu satuan dengan anggapan variabel X1 dan X3 bernilai nol.

Nilai 0,249 merupakan koefisien regresi variabel biaya lokasi (X3). Artinya, akan terjadi peningkatan sebesar 0,249 pada variabel dependen yaitu kesuksesan usaha (Y) apabila variabel biaya lokasi (X3) mengalami peningkatan satu satuan dengan anggapan variabel X1 dan X2 bernilai nol.

 

4.      Keputusan yang diambil

Penelitian ini memberikan hasil bahwa kondisi lingkungan bisnis, ketersediaan infrastruktur, dan biaya lokasi berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kesukesan usaha. Maka, sebagai upaya pencapaian maupun peningkatan kesuksesan usaha, para pemilik usaha harus mempertimbangkan kondisi lingkungan bisnis, ketersediaan infrastruktur, dan biaya lokasi saat menentukan/memilih lokasi usaha sebagai upaya mencapai usaha yang sukses.

Adapun beberapa saran dari peneliti untuk para pemilik usaha berdasarkan hasil penelitian ini. Hal-hal yang berhubungan dengan kondisi lingkungan bisnis meliputi jarak lokasi usaha dengan pesaing, pelanggan, dan usaha jasa lain sebaiknya diperhatikan, karena untuk dapat sukses yang dituju yaitu jumlah pelanggan meningkat dan pendapatan usaha juga meningkat. Selain itu, hal-hal terkait operasional sehari-hari suatu usaha yaitu ketersediaan infrastruktur, seperti akses yang mudah, cukup luasnya tempat parkir, dan tersedianya listrik sangat penting untuk dipertimbangkan. Terakhir, biaya-biaya untuk sewa, renovasi, dan insentif bangunan pun diperhitungkan dan pilih biaya yang ideal sesuai dengan jenis usaha yang dimiliki, karena biaya juga menentukan lamanya usaha tersebut mencapai titik impas usaha.


Nama:Muhammad Syahrul Fadilah
NPM:021120317
Kelas:3I

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME JUNAL ILMU EKONOMI